Sabtu, 30 Juni 2012

Jangan Bersedih, Semua Hal Akan Terjadi Sesuai Qadha' dan Qadar!

Jangan Bersedih, Semua Hal Akan Terjadi Sesuai
Qadha' dan Qadar!
Segala sesuatu itu ada dan akan terjadi sesuai dengan ketentuan qadha
dan qadar-nya. Ini merupakan keyakinan orang-orang Islam dan para
pengikut setia Rasulullah s.a.w. Yakni, keyakinan mereka bahwa segala
sesuatu di dunia ini tidak akan pernah ada dan terjadi tanpa sepengetahuan,
izin, dan ketentuan Allah.
{Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu
sendiri melainkan telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfudz) sebelum Kami
menciptakannya. Sesungguhnya, yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.}
(QS. Al-Hadid: 22)
{Sesungguhnya, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.}
(QS. Al-Qamar: 49)
{Dan, sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan,
kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita
gembira kepada orang-orang yang sabar.}
(QS. Al-Baqarah: 155)
Dalam sebuah hadits disebutkan: "Sungguh unik perkara orang mukmin
itu! Semua perkaranya adalah baik. Jika mendapat kebaikan ia bersyukur, maka
86 itu menjadi sebuah kebaikan baginya. Dan jika ditimpa musibah ia bersabar, maka
itu juga menjadi sebuah kebaikan baginya. Dan ini hanya akan terjadi pada orang
mukmin."
Rasulullah juga bersabda: "Jika engkau memohon, maka memohonlah
kepada Allah, dan engkau minta pertolongan mintalah kepada Allah. Ketahuilah
bahwa seandainya seluruh makhluk itu berkumpul untuk memberikan manfaat
kepadamu berupa sesuatu, niscaya mereka tidak akan mampu memberikan
manfaat kepadamu selain berupa sesuatu yang telah ditetapkan Allah bagimu.
Dan, seandainya mereka semua berkumpul untuk mencelakakanmu dengan
sesuatu, niscaya mereka tidak akan mampu mencelakakanmu kecuali dengan
sesuatu yang ditetapkan Allah atasmu. Pena-pena telah kering dan lembaran-
lembaran telah dilipat."
Dalam sebuah hadits shahih yang lain disebutkan: "Ketahuilah bahwa
apa yang menimpamu tidak akan luput darimu, dan apa yang tidak akan
menimpamu tidak akan pernah menimpamu."
Juga diriwayatkan dari Rasulullah, beliau bersabda, "Pena telah kering,
wahai Abu Hurairah, berkaitan dengan apa yang akan engkau hadapi."
Beliau juga bersabda, "Kejarlah apa yang bermanfaat untukmu, dan
mintalah pertolongan kepada Allah. Jangan mudah menyerah dan jangan pernah
berkata, 'Kalau saja aku melakukan yang begini pasti akan jadi begini.' Tapi
katakanlah, Allah telah mentakdirkan, dan apa yang Dia kehendaki pasti akan
Dia lakukan."
Dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan dari Rasulullah dia
bersabda, 'Allah tidak menentukan sebuah qadha' bagi hamba kecuali qadha'
itu baik baginya."
Pernah sebuah pertanyaan tentang kemaksiatan dilontarkan kepada
Syaikhul Islam ibnu Taimiyah, "Apakah maksiat itu baik bagi seorang hamba?"
Dia menjawab, "Ya! Namun dengan syarat dia harus menyesali,
bertaubat, beristighfar, dan merasa sangat bersalah."
Allah berfirman,
{Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh
jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah
mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.}
(QS. Al-Baqarah: 216)
Dua bait syair berbunyi:
La Tahzan  87 Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Tirmidzi disebutkan:
"Sebaik-baik ibadah adalah menunggu jalan keluar."
{Bukankah subuh itu sudah dekat?}
(QS. Hud: 81)
Cahaya fajar bagi orang-orang yang ditimpa kesedihan itu telah
menyeruak, maka jelanglah pagi dan tunggulah kemenangan dari sang
penakluk.
Orang Arab berkata, "Jika seutas tali sudah sangat meregang, niscaya
ia akan segera putus! Artinya: Jika persoalannya sudah kritis, maka
tunggulah jalan keluar.
Allah berfirman,
{Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan
baginya jalan keluar.}
(QS. Ath-Thalaq: 2)
{Dan, barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus
kesalahan-kesalahannya dan akan melipatgandakan pahalanya.}
(QS. Ath-Thalaq: 5)
{Dan, barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah akan menjadikan
baginya jalan kemudahan dalam urusannya.}
(QS. Ath-Thalaq: 4)
Salah seorang penyair berkata,
Betapa banyak jalan keluar yang datang setelah rasa putus asa
dan betapa banyak kegembiraan datang setelah kesusahan.
Siapa yang berbaik sangka pada Pemilik 'Arasy dia akan memetik
manisnya buah yang dipetik di tengah-tengah pohon berduri
Dalam sebuah hadits Qudsi disebutkan: "Aku sesuai sangkaan hamba-
Ku kepada-Ku, maka ia bebas berprangsaka apa saja kepada-Ku."
Allah berfirman,
{Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi tentang keimanan
mereka dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada
La Tahzan
Ini adalah takdir maka celalah aku atau tinggalkan
semua takdir akan berjalan walau terhadap lubang jarum.
Jangan Bersedih, Tunggulah Jalan Keluar!
88 para rasul itu pertolongan Kami, lalu diselamatkanlah orang-orang yang Kami
kehendaki.}
(QS. Yusuf: 110)
{Maka, sesungguhnya bersama dengan kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya
bersama kesulitan itu ada kernudahan.}
(QS. Al-Insyirah: 5-6)
Ada sebuah pernyataan yang beredar di kalangan ahli tafsir, yang bahkan
menurut sebagian dari mereka ditetapkan sebagai hadits. Pernyataan berbunyi
demikian: "Satu kesulitan tidak akan pernah mengalahkan dua kernudahan."
Allah berfirman,
{Barangkali Allah mengadakan sesudah itu suatu hal yang berat.}
(QS. Ath-Thalaq: 1)
{Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.}
(QS. Al-Baqarah: 214)
{Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat
baik.}
(QS. Al-A'raf: 56)
Dalam sebuah hadits shahih disebutkan: "Ketahuilah bahwa pertolongan
itu ada bersama dengan kesabaran dan jalan keluar itu akan selalu beriringan
dengan cobaan."
Seorang penyair berkata,
Jika persoalan telah sangat sulit, tunggulah jalan keluarnya,
sebab ia akan segera menemukan jalan keluarnya.
Penyair yang lain berkata,
Banyak mata yang tetap melek dan banyak pula yang tidur
dalam masalah yang mungkin terjadi atau tidak akan terjadi
Tinggalkanlah kesedihan sedapat yang engkau lakukan sebab
jika engkau terus bersedih engkau akan berubah menjadi gila
Sesungguhnya Rabb yang telah mencukupimu sebelumnya
Dia kan mencukupimu besok dan hari-hari mendatang
Penyair yang lain mengatakan,
Biarkanlah takdir berjalan dengan tali kekangnya
danjanganlah engkau tidur kecuali dengan hati yang bersih
Tak ada di antara kerdipan mata dan meleknya
kecuali Allah kan mengubah dari kondisi ke kondisi lainnya.
La Tahzan  89 Rehat
Jangan bersedih, karena kesedihan itu akan membuat harta yang
tersimpan di lemari-lemari Anda yang indah, di istana-istana Anda yang
megah, dan di dalam kebun-kebun Anda yang hijau itu hanya akan
menambah kecemasan dan kesedihan Anda saja.
Jangan bersedih, karena kesedihan itu akan membuat obat yang
diberikan dokter, dijual di apotik, dan diagnosa seorang dokter tidak akan
pernah membahagiakan diri Anda. Apalagi bila Anda masih menanamkan
kesedihan dalam hati, menggantungkan kesedihan di dalam kedua kelopak
mata, membiarkan diri Anda untuk dimasuki kesedihan itu, dan
menyusupkannya di bawah kulit, maka semua itu hanya akan sia-sia.
Jangan bersedih; karena Anda masih memiliki doa, Anda boleh
bersimpuh di depan pintu-pintu Tuhan Yang Maha Kuasa, dan Anda dapat
memperoleh ketenangan di depan pintu-pintu Sang Raja Diraja. Anda juga
masih memiliki waktu sepertiga akhir malam dan masih memiliki waktu
untuk menempelkan dahi ke tanah, alias bersujud.
Jangan bersedih; karena Allah telah menciptakan bumi dengan segala
isinya, telah menumbuhkan taman-taman yang memberikan pemandangan
indah, kebun-kebun yang berisi tumbuh-tumbuhan yang indah, rimbun dan
taman-taman dengan tumbuh-tumbuhan yang indah untukmu, kurma-kurma
yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun-susun, bintang-
bintang yang bercahaya, hutan belantara, dan sungai-sungai. Namun Anda
bersedih!
Jangan bersedih; karena Anda masih dapat minum air yang jernih,
menghirup udara yang segar, berjalan di atas kedua kaki tanpa menggunakan
alas kaki, dan Anda juga masih dapat tidur pada malam hari dengan nyenyak.
La Tahzan
Jangan Bersedih, Perbanyaklah Istighfar
Karena Allah Maha Pengampun!
{Maka, aku katakan kepada mereka: "Mohon ampunlah kepada Rabb-mu,
sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan
hujan kepadamu dengan lebat. Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu,
dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan pula di dalamnya
untukmu sungai-sungai."}
90 (QS. Nuh: 10-12)
Perbanyaklah membaca istighfar agar Anda dapat menemukan jalan
keluar, mendapatkan ketenangan batin, harta yang halal, keluarga yang
salih, dan hujan yang deras.
Allah berfirman,
{Dan, hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabb-mu dan bertaubat kepada-
Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi
kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada ivaktu yang
telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai
keutamaan (balasan) keutamaannya.}
(QS. Hud: 3)
Dalam sebuah hadits disebutkan: "Barangsiapa memperbanyak istighfar,
niscaya Allah akan memberikan jalan keluar untuk setiap kecemasan dan akan
membukakan pintu keluar dari setiap kesempitan."
Anda harus banyak membaca sayyidul istighfar, sebagaimana termuat
dalam hadits Shahih Bukhari:
La Tahzan
"Ya Allah, Engkau adalah Rabb-ku, tidak ada Ilah selain Engkau. Engkau
ciptakan aku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku akan menjalankan semua
janjiku untuk-Mu dengan segala kemampuanku. Aku berlindung kepada-
Mu dari keburukan yang aku lakukan. Aku kembali kepada-Mu dengan
segala nikmat-Mu atasku dan aku mengakui dosa-dosaku, maka ampunilah
aku karena tidak ada yang memberi ampunan terhadap dosa-dosa kecuali
Engkau."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar